Pulang

Arif Rahmawan June 10, 2012
Kata “Pulang” menurut KBBI berarti pergi ke rumah atau ke tempat asalnya. Dalam bahasa jawa kata “Pulang”disebut mulihbalik. Sebelum pulang, hal yang lazim dilakukan oleh seseorang adalah pergi. Misalnya pergi dari rumah atau pergi merantau ke kota. Jika merantau ke kota lain, seorang manusia memiliki sebuah tujuan untuk mencari nafkah bagi dirinya maupun keluarganya.

Selain digunakan untuk kebutuhan sehari-hari di kota, nafkah tersebut sebagian juga ditabung agar bisa digunakan untuk diri sendiri maupun keluarga. Tujuan merantau adalah mencari uang atau mencari nafkah. Meskipun bertujuan untuk mencari uang tapi, pada dasarnya ketika pergi, seorang perantaupunya tujuan untuk kembali lagi ke rumah. Peristiwa pulang ini diabadikan oleh Dik doank dalam lagu berjudul Pulang.

Dalam konteks yang lebih besar, saya ingin mengaitkan peristiwa “pulang” dengan peristiwa kepulangan seorang manusia kembali ke tempat asalnya.

Peristiwa itu adalah kematian. Sebelum terjadi kematian didahului dengan peristiwa yang disebut kehidupan. Kedua peristiwa tersebut merupakan sebuah keajaiban yang penuh misteri hingga sekarang. Para peneliti di dunia ini masih berusaha menemukan bagaimana kehidupan dan kematian bisa dijelaskan dan bisa diterima dengan akal. Ratusan teori mencoba menjelaskan tentang bagaimana kedua peristiwa tersebut. Menurut perspektif agama Islam, kehidupan manusia di dunia ini berasal dari sebuah kesalahan yang dilakukan oleh Nabi Adam.

Nabi Adam yang seharusnya tinggal di surga, terpaksa harus menjalani kehidupan di dunia bersama Siti Hawa. Dalam peristiwa yang terjadi sebelum Adam diciptakan oleh Allah. Terjadi dialog antara Allah dan para malaikat. “Aku akan menciptakan sebuah makhluk bernama manusia”, kata Allah. “Bagaimana mungkin Ya Allah, kelak manusia hanya akan menimbulkan kerusakan di alam semesta, mereka akan saling menumpahkan darah di antara sesamanya”, malaikat mencoba bernegosiasi. Allah menegaskan,”Aku lebih tahu apa yang kalian tidak tahu”.

Dan akhirnya terciptalah kehidupan manusia. Manusia diciptakan dengan melalui beberapa tahap. Tahapan penciptaan manusia tersebut dijelaskan dalam Al-Quran. Singkatnya, fisik manusia diciptakan Allah dari tanah, sedangkan ruh manusia ditiupkan langsung dari Ruh Allah. Umur badan fisik manusia terbatas, sedangkan ruh manusia memiliki umur tak terbatas. Ketika berada di dunia, Ruh manusia tinggal di dalam badan fisiknya. Akan tetapi ketika manusia meninggal dunia, yang meninggal hanyalah jasad fisiknya, sedangkan ruhnya tetap hidup, melanjutkan perjalanan kehidupannya di dunia lain.

Bagaimanakah kehidupan manusia setelah kematian jasad?. Hanya Allah yang tahu. Tapi inilah hakekat perjalanan hidup manusia di dunia. Allah menjelaskan perjalanan kehidupan dan kematian manusia melalui ungkapan yang berbunyi, "Sesungguhnya aku berasal dari Allah dan Akan kembali kepada Allah". Dengan kata lain, kepulangan manusia adalah menuju kepada Allah.  Inilah makna pulang yang sesungguhnya. Perjalanan manusia di dunia ini adalah perjalanan pulang. Adapun kehidupan ini harus diisi dengan menebar kebaikan bagi sesama makhluk.

sumber gambar : http://ipungnung.blogspot.com/2011/05/pulang.html

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »