Stop Humor Tentang Skizofrenia !

Arif Rahmawan October 25, 2012
Pada tanggal 2 Oktober 2012, seperti biasa saya membuka akun facebook. Ada sebuah status yang cukup panjang dari sebuah Fanspage milik seorang motivator terkenal yang suaranya kerap kali kita dengar di radio terkemuka di Indonesia. Kita sebut saja Motivator X. Statusnya berisi humor tentang pasien Rumah Sakit Jiwa.

Seperti yang saya duga, bermuculanlah komentar-komentar yang intinya, mereka tertawa terbahak-bahak setelah membaca status motivator tersebut. Mirip para penonton sebuah Opera di TV yang tertawa terbahak-bahak ketika melihat salah satu tokoh di Opera tersebut dianiaya, dikerjai oleh lawan mainnya. Tertawa di atas penderitaan orang lain, meskipun hanya humor. 

Tapi, hal tersebut tidak berlaku bagi saya, justru saya sangat menyayangkan mengapa seorang motivator yang selama ini saya anggap bijaksana, ternyata menulis humor murahan hanya untuk membuat para fansnya tersenyum dan tertawa.

Ya, humor murahan dengan pasien Rumah Sakit Jiwa sebagai tokoh utamanya. Sangat mengecewakan saya. Terlintas dalam benak saya saat itu, untuk membakar buku motivator tersebut yang saya beli beberapa hari sebelum status facebook tersebut muncul.

Perlu kalian ketahui, bahwa ada sisi lain yang cukup menyedihkan tentang orang-orang yang kalian anggap gila. Ketika kalian tertawa terbahak-bahak membaca humor tentang pasien RSJ, ada duka dan airmata dari pasien ODS dan keluarga yang selama ini tak pernah coba kalian pahami. Perjuangan dari keluarga atau sebuah komunitas agar orang-orang yang kalian anggap gila bisa segera pulih dan hidup normal. Terkadang bahkan sering frustasi, putus asa adalah hal-hal yang mewarnai hari-hari para keluarga ODS.

[caption id="attachment_1571" align="aligncenter" width="320"]Skizofrenia Skizofrenia. sumber gambar : ayuzone-ayuzone.blogspot.com[/caption]

Pasien Rumah Sakit Jiwa adalah orang-orang yang mendapat cobaan dari Tuhan berupa penyakit yang kita kenal dengan nama Skizofrenia.

Sebuah penyakit yang menyerang otak, sehingga terjadi ketidakseimbangan pada otak. Akibatnya sangat tidak menyenangkan baik bagi penderita, keluarga maupun lingkungan. ODS akan diserang halusinasi dan hidup di dunianya sendiri. Dia tidak peduli dengan realita yang terjadi di sekitarnya.

Dan keadaan akan lebih parah, jika ODS mengalami kekambuhan. Dia akan melakukan berbagai tindakan tanpa mempedulikan keluarga dan keadaan di sekitarnya. Disinilah peran keluarga ODS, mereka dituntut untuk bersabar dalam proses pengobatan ODS. Bahkan tak jarang pihak keluarga sendiri lelah dan putus asa pada saat merawat ODS.

Sekarang kita kembali ke status facebook seorang motivator X tersebut. Saya mencoba menulis komentar dan menyatakan kekecewaan saya terhadap statusnya. Akan tetapi respon dari motivator X tersebut justru di luar dugaan saya. Dia menulis dan memberikan kesan bahwa dia sudah beberapa langkah lebih maju dibanding saya. Dia sudah melakukan karya nyata dalam menangani ODS yakni menjadi donatur tetap di salah satu panti rehabilitasi yang katanya menangani ODS. Mengambil orang-orang di jalan untuk dirawat di panti rehabilitasi tersebut. Katanya.

Ya, jika memang benar dia menjadi donatur tetap, maka mungkin memang benar bahwa dia sudah membuktikan kepeduliannya terhadap pasien ODS.

Tapi, bukan berarti dia bebas menulis humor tentang pasien RSJ. Apalagi kapasitasnya sebagai seorang motivator. Di mana dia diikuti banyak orang?, di mana dia menjadi public figur. Apa dia tidak pernah membayangkan seandainya ada anggota keluarganya yang menderita Skizofrenia, apa kira-kira dia tega menulis humor tentang ODS?.

Ah sudahlah itu hak dia untuk menulis status tentang Skizofrenia. Tapi saya sangat menyayangkan, di tengah-tengah usaha memerangi  Stigma Skizofrenia ternyata ada seorang tokoh motivator yang justru menulis humor yang tidak lucu tentang ODS.

Jadi mohon pengertiannya, Stop Humor Tentang Skizofrenia !

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »