Rindu Pancasila : Merajut Nusantara

Arif Rahmawan January 07, 2013
rindu pancasilaJudul Buku : Rindu Pancasila : Merajut Nusantara

Penerbit : Kompas Media Nusantara

Jumlah halaman : 278

 

Pengejawantahan Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara ternyata tak semudah ketika membaca lima sila mulai dari Ketuhanan Yang Maha EsaKemanusiaan Yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan dan Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Dasar negara yang dirumuskan dengan susah payah oleh para pendahulu kita, ternyata hari ini tak lebih hanya sebuah tulisan yang seakan tanpa makna. Kita seperti tak pernah sungguh-sungguh mengakui bahwa Pancasila adalah dasar negara bangsa Indonesia. Hari demi hari pelanggaran terhadap Pancasila semakin menyedihkan nurani bangsa.

Di mata dunia dan menurut persepsi kita sendiri, kita merasa sebagai sebuah bangsa yang terkenal dengan keramah-tamahannya. Masyarakat kita adalah masyarakat yang suka bergotong-royong dan memiliki sopan santun yang baik. Kita bangga dengan semua itu.

Tetapi dalam kenyataannya di sebuah tempat bernama jalan raya, semua itu seakan menguap. Ketika diberi mainan bernama kendaraan bermotor, semua mitos itu tidak berlaku. Tidak ada lagi rakyat yang ramah atau penuh dengan sopan santun. Sebaliknya perilaku rakyat di jalan raya sungguh mengerikan. Mulai dari pengendara sepeda motor yang tak mematuhi rambu-rambu. Pejalan kaki yang menyeberang seenaknya. Angkutan yang berhenti di sembarang tempat. Semua itu mewarnai kehidupan berbangsa dan bernegara.

Bukan hanya di jalan raya. Masyarakat menjadi sangat mudah marah ketika ada kejadian yang tidak sesuai dengan keinginan mereka. Aksi demonstrasi yang merusak kemudian perilaku kekerasan terhadap kelompok lain.

Masyarakat juga mudah marah manakala calon bupati, gubernur yang didukungnya ternyata kalah pada saat pemilihan.

Inikah wajah bangsa Indonesia yang berdasar Pancasila?

Tak hanya dalam kehidupan rakyat. Perilaku yang memprihatinkan juga ditunjukkan oleh para pemimpin bangsa ini. Kejahatan yang bernama korupsi, kolusi, nepotisme ternyata tak henti-hentinya dilakukan para pemimpin bangsa ini.

Praktik pemilihan pemimpin mulai dari pemilihan kepala desa, bupati, gubernur bahkan presiden tak lepas dari  jual beli suara rakyat. Atas nama kekuasaan mereka terang-terangan melanggar aturan main. Jika ini terus dilakukan, kita semua memiliki pemimpin yang sekaligus penipu.

Buku Rindu Pancasila : Merajut Nusantara berisi esai dari berbagai penulis tentang mendesaknya ajaran Pancasila untuk terus dipelajari dan diamalkan. Kita perlu kembali mempelajari Pancasila, hingga terwujud kesepakatan seluruh rakyat Indonesia bahwa hanya Pancasila satu-satunya dasar negara ini.

 

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »