Internet dan Jalan Raya Daendels

Arif Rahmawan April 23, 2013

imagesPada kurun waktu antara tahun 1809-1811, Herman Willem Daendels membangun sebuah jalan yang menghubungkan antara kota Anyer dan Panarukan. Peristiwa tersebut terjadi pada saat  dia menjabat sebagai Gubernur Jenderal Hindia Belanda. Tujuan pembuatan jalan ini adalah untuk memperlancar tanam paksa, mempermudah Belanda mengambil hasil bumi Indonesia, mengangkutnya ke pelabuhan, kemudian diangkut menggunakan kapal menuju ke Belanda.


Kemudian pada tanggal 17 Juni 1864, di sebuah desa bernama  Kemijen, Gubernur Jenderal saat itu, Mr. L.A.J Baron Sloet van den Beele memulai pencangkulan pertama pembangunan rel kereta api. Tujuan pembangunan rel kereta api ini sama, mereka ingin mempermudah pengangkutan hasil bumi Indonesia untuk dibawa ke negeri Belanda.


Kedua peristiwa tersebut dilakukan dengan melibatkan para leluhur kita, kakek nenek kita. Bangsa(t) Belanda mempekerjakan secara paksa para leluhur kita. Kakek nenek kita dipaksa melakukan pembangunan jalan raya, pembangunan rel kereta api dan tanam paksa. Mereka bekerja di bawah todongan senjata dan kerasnya sepatu lars tentara Belanda. Ironisnya bangsa(t) Belandalah yang menikmati hasil bumi Indonesia.


Tak pernah sedikitpun terlintas dalam benak mereka akan mengalami penderitaan selama ratusan tahun. Mereka disiksa, ditindas, diperkosa dan dijajah di negeri sendiri oleh bangsa (t) Belanda.


Ingatlah, pada ribuan kilometer jalan yang membentang antara Anyer Panarukan, ada ribuan nyawa yang dilenyapkan oleh imperialis Belanda, nyawa para pendahulu kita.


Kini ratusan tahun telah berlalu. Bangsa(t) Belanda tak lagi merampok hasil bumi Indonesia melalui tanam paksa, pembangunan rel atau jalan raya.


Tapi, pengalaman menjajah Bangsa(t) Belanda memberikan kesan yang begitu mendalam. Bayangan indahnya bumi Indonesia masih terbayang jelas hingga hari ini. Tanahnya yang subur, tambang yang melimpah tak mungkin dilepaskan begitu saja.


Lalu di Eropa, mereka bercerita tentang kepahlawanan para tentara Belanda ketika berjuang melawan "ekstrimis" Hindia Belanda. Mereka bangga terhadap Daendels atau Kohler yang modar di Aceh, Cornelis De Houtman yang mampus di tangan Laksamana Malahayati. Rakyat Belanda bangga terhadap pahlawannya.


Maka cerita tentang keindahan bumi nusantara tersebar di berbagai penjuru dunia. Cerita ini menimbulkan hasrat menjajah bagi negara-negara di Eropa, Asia dan Amerika.


Negara-negara maju tersebut memutuskan untuk menjajah Indonesia tetapi tidak melalui konfrontasi fisik menggunakan senjata. Mereka menggunakan modus penjajahan baru yang lebih canggih, melalui penjajahan ekonomi, politik dan budaya.


Mereka membangun jalan raya atau rel kereta api yang lebih canggih. Jalan raya dan rel kereta api tersebut kini menjelma dalam bentuk internet, facebook dan media informasi. Meskipun bentuk penjajahannya beda, tetapi tujuannya tetap sama, mengangkut sumber daya alam Indonesia sebanyak-banyaknya ke negara mereka.


sumber :


http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_perkeretaapian_di_Indonesia


http://id.wikipedia.org/wiki/Jalan_raya

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »