Benteng Pertahanan Terakhir Kebudayaan Bangsa Indonesia

Arif Rahmawan May 16, 2013
Kita tak pernah menyadari bahwa desa merupakan benteng pertahanan terakhir kebudayaan bangsa Indonesia dari berbagai gempuran budaya modern yang tak kenal ampun. Selama ini kita hanya tahu bahwa desa adalah sebuah tempat bermukimnya masyarakat tradisional. Sedangkan kebudayaan modern adalah kebudayaan masa depan dan sebagai sesuatu yang wajar dan alami.

Tetapi, bukan demikian yang terjadi, memang benar desa  dihuni oleh masyarakat tradisional, tetapi di situlah sebenarnya identitas bangsa Indonesia. Tradisional dan memegang teguh ideologi yang diwariskan pendahulu. Tak terbayangkan seandainya tiba-tiba semua desa di Indonesia menjadi kota atau berubah menjadi desa tanpa kebudayaan lokal. Hilang sudah jati diri bangsa Indonesia.

Sebaliknya budaya modern yang selama ini kita anut sebenarnya tidak terjadi begitu saja, ada unsur kesengajaan agar kebudayaan modern tersebar ke seluruh penjuru dunia. Bukan hanya agama yang memiliki ustadz atau misionaris, tetapi budaya modern juga memiliki orang-orang yang bertugas menyebarkan kebudayaan modern.

Jika tujuan dari penyebaran agama adalah untuk mengajak penganutnya mendekat kepada Tuhan, kebudayaan modern justru sebaliknya. Kebudayaan modern disebarkan agar manusia semakin menjauh dari Tuhan. Bukan hanya menjauh dari Tuhan tetapi tujuan budaya modern adalah agar manusia semakin menjauh dari dirinya sendiri.

Budaya modern sebenarnya adalah penjelmaan dari globalisasi. Dan globalisasi sebenarnya adalah kapitalisme yang diperhalus. Inti dari kebudayaan modern adalah menganggap manusia sebagai konsumen.

Inilah yang saat ini sedang terjadi di berbagai wilayah di Indonesia terutama di kota-kota. Kota adalah wujud nyata keberhasilan budaya modern.

Sedangkan desa, saat ini masih bergulat dengan terjangan kebudayaan modern. Desa masih memiliki filter berupa budaya lokal dan agama sehingga kebudayaan modern tak bisa masuk begitu saja.

Akan tetapi semakin derasnya serbuan budaya modern, bukan tak mungkin dalam waktu dekat kebudayaan lokal di desa akan dikalahkan oleh budaya modern. Kita akan kehilangan ciri-ciri sebagai manusia Indonesia. Masyarakat Jawa, mereka akan kehilangan jawanya, masyarakat sunda kehilangan sundanya, masyarakat Dayak kehilangan dayaknya dan seterusnya.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »