Pendukung

Arif Rahmawan May 07, 2013
Nama Kecamatan Godong Kabupaten Grobogan mendadak muncul di media massa. Bukan karena warga Kecamatan Godong mengekspor padi ke Amerika atau mengirim hasil bumi ke Eropa. Akan tetapi kemunculannya di media massa merupakan efek adanya kerusuhan yang melibatkan sebagaian warga Godong dan pendukung sebuah klub sepakbola yang pernah mengibarkan nama Ribut Waidi yaitu Persatuan Sepakbola Indonesia Semarang (PSIS).

Pada saat kejadian sempat beredar berbagai kabar burung yang ternyata kabar tersebut tidak sepenuhnya benar. Tetapi pada intinya kejadian tersebut melibatkan pendukung PSIS.

Pada waktu yang tak terlalu berbeda di tempat lain, tersiar kabar dirusaknya rumah warga masyarakat Ahmadiyah oleh orang-orang tak dikenal.  Pendukung kelompok apakah penyerangnya?  belum diketahui.

Sebelumnya, belum hilang dari benak masyarakat peristiwa Lapas Cebongan. Empat orang tahanan Polda DIY harus pergi untuk selama-lamanya setelah tubuhnya dihujani peluru yang berlarian dari senapan AK 47. Konon peristiwa tersebut dilandasi jiwa korsa dan semacam dukungan atas berpulangnya rekan para penembak. Selama beberapa hari masih belum diketahui siapa sebenarnya pelaku penembakan. Selang beberapa hari, pihak penembak mengakui perbuatannya. Mereka adalah putra putra bangsa yang kita mengenalnya sebagai pendukung terdepan Republik Indonesia.

Beberapa kejadian di atas sebenarnya bisa ditarik persamaan. Peristiwa- peristiwa di atas selalu melibatkan pendukung. Dalam bahasa sepakbola disebut suporter. Suporter PSIS, pendukung ideologi atau bahkan pendukung NKRI. Para pendukung itu sebenarnya bukan unsur utama. Ada hal lebih penting dibanding pendukung. Yaitu apa yang didukung.

Sepakbola lebih penting daripada suporter sepakbola, ideologi lebih penting daripada pendukung. Bahkan NKRI lebih penting dibanding pendukung NKRI.

Maka akan lebih bijak apabila para pendukung lebih mengutamakan apa yang didukungnya daripada menyuarakan kepentingannya atau berusaha menunjukkan keberadaannya melalui cara-cara yang kurang etis.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »