Jalan Raya Pos, Jalan Daendels - Resensi Buku

Arif Rahmawan June 23, 2013
b3s-2012-03-26-penawaran-khusus-sejarah-pramoedya-ananta-toer-jalan-raya-pos-jalan-daendelsDi bumi nusantara, di atas tanah yang kita pijak saat ini sebenarnya ada untaian kisah yang sepertinya tidak akan habis untuk diceritakan. Termasuk di sepanjang Jalan Raya Pos, Jalan Daendels yang membentang sepanjang 1000 km dari Anyer hingga Panarukan. Jalan yang saat ini dikenal oleh anak bangsa dengan nama Jalan Pantai Utara (Pantura).

Tetapi, entah kenapa dari 250 juta penduduk Indonesia sangat sedikit orang yang mencoba untuk mengerti dan memahami sejarah bangsa termasuk sejarah Jalur Pantura. Masyarakat Indonesia hanya tahu bahwa jalur Pantura memang sangat terkenal terutama pada saat  Lebaran.

Dalam buku Jalan Raya Pos, Jalan Daendels, Pramoedya Ananta Toer, salah seorang tokoh bangsa Indonesia mencoba menyajikan sejarah Jalan Raya Pos.

Pembuatan Jalan Raya Pos dilaksanakan pada tahun 1808 sampai dengan 1809 di bawah perintah Maarschalk En Gouverneur Generaal, Mr Herman Willem Daendels, Gubernur Jenderal Hindia Belanda saat itu, yang kita kenal dengan nama Daendels saja dan jalan raya Pos lebih kita kenal juga dengan nama Jalan Daendels.

Begitu cepatnya pembuatan Jalan sepanjang 1000 km-hanya setahun- tak lepas dari kekejaman yang dilakukan oleh Daendels. Pramoedya menuturkan, saat itu penanggung jawab teknis pengerahan rodi, yang tak dapat menyelesaikan jatah yang telah ditentukan, digantung sampai mati pada dahan-dahan pohon di sekitar proyek. Selain itu banyaknya pekerja yang mati juga disebabkan oleh kekejaman Daendels, kelaparan dan juga penyakit malaria.

Lalu berapa jumlah rakyat kecil pribumi yang tewas pada saat pembuatan proyek Jalan Raya Pos.

Menurut sumber Inggris beberapa tahun setelah kejadian; 12.000. Sementara di Grobogan berkisar antara 3000 – 5000 jiwa.

Sebagai warga Grobogan saya cukup terkejut dengan semua ini. Data di Grobogan ini, mungkin hanya diketahui oleh sebagian kecil warga Grobogan sendiri.

Tidak hanya kekejaman yang dilakukan oleh Daendels, tetapi Pram juga memaparkan angka kekejaman yang dilakukan oleh penjajah Belanda selama mereka berada di Indonesia. Kekejaman tersebut bahkan disebut genosida.

Di Jalan Raya Pos, Jalan Daendels, Pram menguraikan proses pembuatan jalan pada setiap kota. Misalnya Di Anyer, Cilegon, Banten, Serang, Tangerang, Batang, Weleri, Semarang, Demak, Pati, Surabaya, Kraksaan, Besuki.

Selain itu, Pram juga mencoba menyampaikan apa yang diyakininya bahwa sebenarnya Daendels tidak membuat Jalan baru, akan tetapi hanya meneruskan dan melebarkan saja. Jalan yang selama ini diyakini dibuat oleh Daendels sebenarnya sudah ada sejak berabad abad lalu.

Buku ini, setidaknya bisa mengubah cara pandang bangsa Indonesia, bahwa jalur pantura yang selama ini selalu ramai saat mudik Lebaran, ada kisah memilukan yang pernah dialami oleh para pendahulu kalian. Bahwa pada setiap jengkal jalan Pantura ternyata pernah terjadi kekejaman yang dilakukan Daendels.

 

sumber gambar : http://bukubukubekas.wordpress.com/2012/03/26/pramoedya-ananta-toer-jalan-raya-pos-jalan-daendels/

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »