Abadinya Penjajahan Belanda di Indonesia

Arif Rahmawan July 13, 2013
Bendera BelandaKonon, Bangsa Belanda menjajah Indonesia selama 350 tahun. Selama kurun waktu itu nusantara diperintah oleh orang asing. saat itu, nusantara adalah sebuah negara bagian dari sebuah kerajaan yang bernama Kerajaan Belanda. Coba bayangkan, jika hal tersebut masih terjadi hingga sekarang. Kalian memiliki Ratu nun jauh di Belanda.

Latar belakang penjajahan yang dilakukan oleh Belanda sebenarnya bermuara pada keserakahan untuk menguasai nusantara. Bangsa Indonesia yang saat itu belum memiliki nama Indonesia harus menerima kenyataan bahwa tanah yang mereka pijak adalah tanah surga. Tanah yang sangat menarik bangsa asing. Bangsa asing seperti Inggris, Portugis (Portugal) kemudian Belanda yang akhirnya memenangkan persaingan di nusantara. Sialnya, Belanda yang pada awalnya berniat hanya berdagang, atas nama keserakahan, Belanda akhirnya menjajah tanah surga tersebut. Kemudian tanah surga tersebut diberi nama Hindia Belanda atau Nederlands Indie.

Mengapa Belanda bisa menjajah selama itu. Apakah karena rakyat menikmati pemerintahan Belanda, sebagaimana rakyat menikmati pemerintahan Pak Harto yang memerintah selama 32 tahun,  atau ada alasan lain? Ternyata Belanda bisa menjajah selama itu karena mereka memahami karakter, watak dan ruang batin masyarakat nusantara.

Setelah memahami isi kepala rakyat nusantara, mereka melakukan strategi berikutnya yaitu strategi pecah belah. Segala bentuk perbedaan di masyarakat dibesar-besarkan. Perbedaan suku, perbedaan agama, perbedaan pendapat, perbedaan ekonomi, perbedaan budaya dan semua bentuk perbedaan dipelihara dengan baik oleh Belanda. Maka rakyat terkotak-kotak menjadi kelompok-kelompok kecil.  Jadi sangat kecil kemungkinannya ada persatuan antara suku Sunda dan Suku Jawa, sangat kecil kemungkinannya orang kaya bersatu dengan orang miskin.

Fenomena ini sama persis dengan tahun 2013 ini. Sangat kecil kemungkinannya Partai Demokrat melebur menjadi satu dengan Partai Golkar.  PKS bersatu dengan PKB. Meskipun kakek moyang Van Persie sudah lama minggat dari bumi nusantara , tapi fanatisme partai politik, fanatisme agama, fanatisme suporter bola adalah wujud nyata cengkeraman devide et impera masih begitu kuat di negara Indonesia. Bayangkan betapa hebatnya Belanda, sejak tahun 1600 mereka membodohi nusantara, ternyata hari ini, strategi pembodohan mereka masih dilestarikan oleh bangsa Indonesia.

Perkataan Orang tua atau Bapak Guru saja, begitu mudah kalian lupakan, masuk telinga kiri keluar telinga kanan. Tapi Devide et impera Belanda kalian pakai hingga hari ini.

Ketidakbersatuan rakyat nusantara tentu saja mempermudah Belanda dalam menjajah dan menindas rakyat Hindia Belanda. Perlawanan-perlawanan yang dilakukan oleh satu kelompok belum tentu didukung kelompok lain. Bahkan dengan strategi adu domba, Belanda memprovokasi agar terjadi perpecahan dan peperangan antar kelompok di Hindia Belanda.

Sebagian strategi zaman Belanda ternyata masih sangat relevan digunakan oleh siapapun yang ingin menjajah Indonesia. Hal ini sangat mungkin karena dasar dari strategi tersebut adalah karakter, watak dan ruang batin masyarakat Indonesia. Dasar strategi tersebut adalah isi hati rakyat Indonesia. Selama tidak ada perubahan karakter bangsa sejak 400 tahun  yang lalu hingga hari ini, bangsa asing atau bahkan bangsa sendiri dengan mudah menipu, membohongi dan mengkadali rakyat Indonesia.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »