Antri

Arif Rahmawan September 13, 2013
Pada suatu malam, aku pergi berbelanja kertas hvs dan beberapa buku di sebuah toko buku di Purwodadi. Toko buku tersebut terletak di dalam pusat perbelanjaan terbesar di kota kecil yang merupakan bekas rawa. Singkat cerita, dalam waktu yang tidak terlalu lama aku berhasil menemukan benda yang aku cari. Akupun segera melangkah menuju tempat pembayaran.

Di depan tempat pembayaran sudah berbanjar pembeli lain yang juga bermaksud untuk membayar barang belanjaan mereka. Tetapi, tiba-tiba tanpa diduga-duga di tengah-tengah barisan pengantri, hadirlah  di depanku seorang ibu-ibu dengan percaya diri ikut mengantri.

Aku hanya terdiam, karena memang antrian tidak terlalu panjang.

Akhirnya tiba juga giliranku membayar. Setelah membayar, aku mencoba mengamati barisan pengantri. Ternyata ada juga beberapa orang yang dengan percaya diri, ikut berdiri di depan seseorang yang sedang mengantri.

Akupun pulang, kesimpulanku saat itu. Mungkin saja orang-orang yang menyerobot antrian  sejak lahir hingga hari itu memang tak pernah mengenal kata antri. Atau mungkin kebudayaan yang berlaku baginya memang seperti itu.

Di lain kesempatan, ketika aku antri di sebuah instansi pendidikan untuk mengumpulkan berkas. Terjadi hal yang kurang lebih sama. Ada orang-orang yang tiba-tiba berdiri di depan pengantri lain.

Antri mengantri akan semakin tidak teratur di berbagai tempat di negeri ini jika tidak ada sistem atau orang yang secara tegas mengaturnya. Hal ini diperparah dengan ungkapan “menunggu adalah pekerjaan yang membosankan”. Ini menjadi pembenar bagi orang-orang yang tiba-tiba berdiri di depan pengantri lain.

Ini adalah masalah budaya. Ketika budaya ngalah tak lagi dipelihara, maka yang terjadi adalah saling mendahului, saling menyerobot dalam antrian. Antrian apa saja. Antri mendapat pekerjaan,  antrian untuk menjadi pemimpin-pemimpin di negeri ini. Bahkan penyerobotan antrian terjadi dengan metode yang lebih canggih.

Pada antrian di kasir, anda masih bisa melihat orang yang menyerobot hak anda. Tapi penyerobotan yang canggih tidak memungkinkan anda melihat siapa yang menyerobot hak anda.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »