Hempasan Cinta

Arif Rahmawan September 03, 2013

SEDULURKU TERCINTA,bila kita pernah mendengar ada seekor keledai yang sering diledek atas kebodohannya,namun pada sisi lain dia punya keunggulan:walau sekarat sekalipun namun dia tidak akan menjatuhkan muatannya sampai benar-benar ajal telah menjemputnya.Hal ini seperti seseorang yang sedang dalam pencarian akan kekasihnya maka dia tidak akan takut terhadap dunia beserta seluruh perangkapnya.Orang yang sedang mencari kekasihnya bagai adanya sebongkah batu yang menghimpit di dasar hatinya,dan tak seorang pun yang mampu memindahkan bongkahan itu.Dia menanggung beban yang telah diletakkan di pundaknya oleh takdir dan tidak bisa menghempaskannya.Orang semacam ini sangat takut tertawa,paling banter ia tersenyum.Gambarannya seperti:mungkinkah seorang Ibu bisa tertawa ketika anaknya sedang dikuburkan?


Bila seseorang mencintai dalam ranah dunia ciptaan saja sudah sedemikian hebat pengaruhnya,maka hal ini menjadi tanjakan dalam ranah seseorang yang merindukan Dia:yang menciptakan.Dia Yang Dicintai dan Yang Dirindukan:Allah.Dalam ranah dunia ciptaan ini menjadikan Dia dikenal dan orang-orang manjadi jatuh cinta kepada ranah benda-benda ciptaan.Orang-orang terbelenggu dan terikat oleh semuanya ini,namun tidak disadarinya bahwa mereka telah menjadi budak-budak cinta karena adanya suratan takdir yang menjadikannya seperti itu.Bukankah sejak mula bahwa kehadiran ke dunia ini melalui kelahiran demi kelahiran bukan sebagai kehendaknya? Semua orang tidak bisa lepas dari belenggu ini kecuali takdir itu sendiri yang melepaskannya.Apakah matahari terbit atas kehendaknya sendiri? Apakah bulan nongol atas kehendaknya sendiri? Apakah bunga mekar atas kehendaknya sendiri? Apakah orang-orang cacat itu atas kemauannya sendiri? Apakah binatang-binatang itu terlahir atas kehendaknya sendiri? Apakah setiap keberadaan--baik yang kecil maupun yang besar,itu tidak diatur oleh ketentuan dan ketetapan takdir? Apakah? Apakah? Apakah? Apakah? Apakah? Apakah? Apakah? Apakah?


Kesadaran akan atas kehendakNya akan menetes kepasrahan dan kerelaan sedemikian rupa,sehingga bila kita memandang jantera alam semesta saja bergerak atas hempasan kehendak Dia,dan kita berada dalam bagian alam semesta ini,maka segala yang terjadi akan kita pandang sebagai utusanNya dalam penempaan CintaNya ini.Jika ada sesuatu yang menghempaskan kita tentu itu bagian dari hempasanNya dan ketika kita menyadari bahwa itu merupakan hempasanNya maka biarlah:setidaknya hempasan itu terasa surga!!!Kenapa? Karena Dia sendiri Yang Dicintai dan Yang Dirindukan:yang menghempaskan kita.


Kawan-kawan,memahami Cinta melalui rahman dan rahimNya sungguh sangat menakjubkan hati karena keduanya berada dalam Samudra Raya Cinta,sehingga segala rupa,warna dan aroma bergerak sebagai peran di dalam cercapan Cinta itu sendiri.Demikian juga segala suka,duka,rindu,benci:adalah dalam ramuan Cinta itu sendiri.Cara pandang dan sudut pandang ini akan menggiring kita akan jauh dariprasangka buruk karena Dia adalah sumber kebaikan mutlak itu,bila kita tak sampai pada kesadaran ini maka jangan salahkan Dia,karena salah sangka ini justru selubung yang ada dalam diri kita dan hari-hari kita berlalu menjelma neraka dalam langkah-langkah ini:jadi belenggu...Tabik!

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »