Melalui Cinta

Arif Rahmawan September 06, 2013
-- Kiai Budi

SEDULURKU TERCINTA, manusia disebut Tuhan sebagai sebaik kejadian--ahsani taqwim, meskipun sebagai sebaik kejadian namun punya kesedihan yang mendalam karena mengetahui bahwa dibalik segala nikmat dan karunia yang tergelar, yang bisa dicercap dengan segala instrumen lahiriyah, sementara jiwanya gelisah akan dahaga jawaban: siapa yang memberi semuanya ini? Memang ada orang yang hanya berhenti pada menikmati segala karunia,tetapi ada orang yang merindu: siapa yang menciptakan segalanya ini? Orang-orang bilang Tuhan, Gusti,Pengeran, Allah. Berbicara tentang Tuhan,sepanjang sejarah tidak akan kemput karena Tuhan itu sendiri Misteri dibalik selubung karunia. Bahkan ada yang kerinduannya membara untuk mengetahui siapa Dia,telah membakar jiwanya sampai pada suatu titik dimana ia melupakan semua hal lain. Karena satu hal yang sangat diidamkan hatinya, namun tidak dimilikinya,lalu ia mengabaikan semua kenikmatan yang telah dianugrahkan Tuhan kepadanya:kesehatannya,kekayaannya,sampai kekuasaannya.

Para perindu, sejauh Rasulullah saw pun menyatakan:"Pikirkanlah ciptaan Allah, jangan berfikir Dzat Allah." Dan benar,sejauh ini para salafushshaleh itu menyatakan:"Sejauh pengetahuanku tentang Dia: aku tidak tahu tentang Dia." Sementara Allah sendiri menggoda:" Aku lebih dekat dari urat lehermu sendiri." Realitas inilah yang menggerogoti hati dalam hari-hari yang terlintasi oleh para pencinta ini,sampai pada tataran perenungan:apalah artinya semuanya ini tanpa mengenal Dia. Pada sisi yang lain, Gusti Kanjeng Nabi Muhammad saw menyatakan:"Barangsiapa mengenal dirinya maka ia mengenal Tuhannya." Kepusingan inilah yang membikin derita para Kekasih Hati,dan dibalik kepusingan ini mengemuka jawaban yang senada dari berbagai pencinta, dimana secara maksimal yang bisa dipahami untuk mengenal Dia adalah:melalui Cinta. Dalam mengenal Cinta,sebagaimana apresiasi cinta diantara manusia saja:dia rela menderita bahkan sampai rela mati demi yang dicintainya.Apalagi bila seorang hamba sampai pada tataran mencintai Dia? Maka hanya kematian itulah yang menjadi ongkosnya, tak ada yang lain. Kematian yang bagaimana?

Rasulullah saw memandu dalam hal ini dengan menyatakan:"Matilah kamu sebelum mati."Di sini disebut ada dua kalimat mati:matilah kamu dan sebelum mati. Pada kalimat "matilah kamu" inilah yang dimaksud dengan "kematian ego", segala keinginan yang kita miliki musti dilebur dalam keinginanNya:bukankah sejak mula kita ada ini adalah keinginanNya? Sementara kalimat "sebelum mati" maka mati pada kalimat ini adalah mati secara jasadi:saat lepasnya ruh itu. Dengan demikian sangatlah terang bahwa ketika kita masih terikat dengan hal-hal yang materi dan jasadi maka mata batin kita tertutup atau terselubungi, memang mata indra bisa mengenal Dia melalui tanda-tanda,namun mata batin menyadari akan KeberadaanNya itu nyata:walau misteri.Yang Nyata dan Yang Misteri adalah sebagai Kesatuan,Tunggal. Dari sinilah banyak ungkapan yang disampaikan Rasulullah saw:"Orang yang mencintai akan memperoleh cinta dari Yang Maha Cinta,cintailah apa yang di bumi maka kau akan dicintai yang di langit,tidak akan dicintai bagi yang tidak mencintai." Dan ujungnya,para salafushshaleh pun mengedepankan kesimpulan bahwa puncak dari keberagamaan itu adalah:Cinta.

Kawan-kawan,berbicara hal-hal yang demikian tentu tak semudah itu,namun paling tidak untuk "jagong" dalam kebersamaan kenyerian rindu ini:diantara kita. Dan setiap kita merasakan bahwa di dalam diri ini ada semacam cermin yang memantulkan cahanyaNya, dimana orang-orang menyebut kalbu atau hati,cuma syaratnya karena hati itu berada di dalam diri maka kita musti menghilangkan "keakuan" diri sebab keakuan dengan berbagai bentuk ini merupakan selubung terakhir yang kita miliki.Dalam bahasa sastra:ketika Matahari terbit maka aku tenggelam. Ketika Cinta menjelma: keakuan lenyap adanya. Semua tergantung kita yang mengalami:sendiri...Tabik!

sumber : https://www.facebook.com/notes/kiai-budi-ii/melalui-cinta/509744745780762

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »