Murung

Arif Rahmawan September 08, 2013
Murung. Kata itu muncul begitu saja dalam benakku. Semakin lama semakin keras menyentak, seperti teriakan para pendemo di bawah panas yang terik. Murung ! Murung ! murung !

Kenapa murung?

Padahal..

padahal..

padahal..

Kenapa murung?

"padahal ada banyak "padahal" yang seharusnya tak membuatmu murung", Kata Tuhan dengan lembut.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »