POLITIK KUASA MEDIA

Arif Rahmawan September 12, 2013
Apa pendapatmu jika ternyata tayangan Sepak bola, isu terorisme internasional dan acara hiburan di televisi semuanya merupakan sebuah propaganda?

Melalui buku Politik Kuasa Media Noam Chomsky menjelaskan semua keterkaitan itu. Judul asli dari buku ini adalah Media control : The Spectacular Achievements Of Propaganda. Memaparkan analisis dari Noam Chomsky tentang Propaganda Pemerintah Amerika Serikat yang disebarkan melalui media massa.

Apakah hal ini sesuai dengan kahanan di Indonesia?

Mengubah opini publik agar sesuai dengan kehendak pemerintah. Caranya melalui Propaganda yang ditebarkan melalui media massa. Itulah pembuka dari buku ini.

Media massa yang selama ini kita anggap jujur ternyata tak pernah mampu menampilkan realita sesungguhnya dari berita yang mereka sampaikan. Fakta di media massa hanyalah hasil rekontruksi dan olahan para pekerja redaksi. Sebaik apapun mereka berusaha menampikan sebuah berita, itu hanyalah rekontruksi.

Ketidakjujuran media massa ini tak lepas dari peran Pemerintah yang memiliki banyak kepentingan politik. Baik politik di dalam negeri maupun luar negeri. Keduanya saling berkaitan satu sama lain.

Contoh kasus politik dalam negeri, waktu itu terjadi pemogokan besar-besaran. Kalangan bisnis mencoba teknik baru  untuk menghancurkan gerakan buruh, dan cara itu berhasil (hal 27).

Cara apakah yang digunakan?

Cara yang digunakan adalah mencari jalan supaya publik berbalik memusuhi pemogok. Dengan berbagai cara disebarkanlah propaganda melalui media massa bahwa apa yang dilakukan pemogok merupakan kerusuhan yang membahayakan setiap orang.

Sedangkan contoh kasus luar negeri. Dulu sejak tahun 1980, selalu dihembuskan bahwa Rusia merupakan musuh bebuyutan yang membahayakan bagi Amerika Serikat dan warganya. Setelah Rusia dirasa tidak ampuh lagi. Maka dicarilah musuh musuh fiktif yang hari ini menjelma dalam-salah satunya-Teroris Internasional.

Tujuan dari hal tersebut adalah untuk membuat warganya sendiri lupa dengan ketidakadilan yang dilakukan Pemerintahnya sendiri. Juga, untuk menopang dan memperkuat tujuan politik luar negeri Amerika Serikat.

Lagi-lagi media massa merupakan corong ampuh untuk menyuarakan propaganda-propaganda Amerika Serikat.

Ada banyak propaganda yang dilakukan Pemerintah AS dan media massa untuk mengelabui kawanan “pandir” yaitu sebagian besar rakyat.

Propaganda itu sendiri tidak disadari oleh rakyat. Mereka menganggap wajar apa yang tengah  terjadi. Pemerintah sendiri sangat berkepentingan untuk pura-pura menjunjung demokrasi. Meskipun pada praktiknya, demokrasi tak pernah benar-benar diterapkan. Rakyat tidak boleh bebas bersuara. Media massa harus dalam pengawasan penuh.

Karena sesuatu yang ditakutkan oleh Pemerintah, jika orang-orang tidak hanya terpaku di depan televisi, berarti pemikiran akan mulai bangkit (hal. 46)

Dalam buku ini Chomsky memaparkan, untuk melegalkan dan mendapat persetujuan secara tidak resmi dari warga negaranya bahkan seluruh dunia, Amerika Serikat tidak segan-segan membuat propaganda.Ada banyak contoh kasus peristiwa ekspansi Amerika Serikat ke berbagai negara yang pada awalnya tidak disetujui oleh rakyat, akhirnya disetujui, bahkan rakyat sangat bersemangat untuk berperang.

Buku ini jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia kira-kira,  Kontrol Media : Pencapaian spektakuler dari Propaganda. Entah mengapa, oleh penerbit di Indonesia  buk ini  justru diberi judul Politik Kuasa Media, padahal pada tiap lembar buku ini ada banyak tertulis kata propaganda.

Tapi permasalahan mengenai judul tidak perlu diperpanjang, karena yang lebih penting adalah isi buku ini sendiri.

Buku ini tebalnya hanya 68 halaman. Meskipun demikian ada banyak hal yang bisa kita dapatkan pada saat membaca buku ini.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »