Langit dan Kata

Arif Rahmawan November 27, 2013
Di langit kutitipkan resahku ini

di kata kuberharap mampu menghalau sgala gundah di hatiku

(Isi hati, Hengky Supit)

Mengapa langit, mengapa kata?. Bagi saya, langit merupakan lambang dimensi tertinggi dan kata merupakan kendaraan untuk mencapai dimensi tersebut. Singkatnya,  langit dan kata merupakan simbol dari doa manusia pada Penguasa Semesta.

Saat makhluk yang tinggal dalam satu dimensi sudah tidak  mampu lagi menangkap kegelisahan hati, maka hanya pada Pemilik Kehidupan ini segala resah dan segala gundah tertumpah.

Begitu banyak kepalsuan membedaki wajah peradaban ini.

Lihatlah seekor anjing berusaha memalsukan jati dirinya, lalu dia mengenakan pakaian musang. Juga bagaimana sebatang pohon jambu berusaha memalsukan dirinya, hingga yang tampak adalah pohon kelapa. Sudah demikian canggihnya alat-alat pemalsu kehidupan. Sehingga segala bentuk kepalsuan tersebut sangat mirip kesejatian.

Padahal hidup ini akan lebih indah ketika seekor anjing mengaku anjing, sebatang pohon jambu mengaku pohon jambu.

Maka hanya langit dan kata menjadi tumpuan akhir penguak kepalsuan agar hanya kesejatian yang tersisa.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »