Ing Kene, Ngene, Saiki Aku Gelem

Arif Rahmawan June 24, 2014

 “Piye leIsih penak zamanku to”, begitulah bunyi monumen penyesalan yang ditulis oleh para sopir truk. Tertulis dan terlukis di bak belakang truk-truk mereka. Mereka membayangkan bisa mengulang masa lalu bersama Pak Harto yang sudah meninggal dunia.


Segala sesuatu menjadi sangat berharga ketika sudah berlalu dan sudah tidak ada di samping kita. Melahirkan sesal yang tak terkendali.


Ing Kene, Ngene, Saiki, Aku Gelem”, kata Ki Ageng Suryomentaram. Melalui pergulatan kehidupan yang panjang dan dengan kalimat yang sangat sederhana beliau menjawab segala kegelisahan jiwa umat manusia. Beliau menunjukkan pada kita bahwa sesal tak berguna. Bahwa kehidupan adalah Ing Kene, Ngene, Saiki, Aku Gelem.


Ing kene (di sini), menunjukkan tempat. Di manapun berada kita harus gelem. Di tengah hutan atau di tengah kota dengan segala gemerlapnya. Di dalam gubuk bambu reot yang yang sangat sederhana atau di rumah mewah berhalaman satu hektar. Kita ikhlas dan rela berada di berbagai tempat.


Ngene. Ini menggambarkan keadaan atau kondisi. Kita ikhlas saat sakit. Ikhlas saat sehat. Kita ikhlas dianugerahi kulit berwarna cokelat, kulit berwarna hitam atau kulit berwarna putih. Kita juga ikhlas dianugerahi hidung pesek atau hidung mancung. Kita ikhlas dengan rambut kita yang berwarna hitam, merah, rambut keriting atau rambut lurus. Kita ikhlas menjalani kemiskinan atau menjalani kekayaan. Kita ikhlas menjalani takdir menjadi Presiden atau pesinden. Menjadi aparat atau  rakyat. Kita ikhlas saat bekerja keras. Bahkan ikhlas saat  tidak berprofesi apapun.


Saiki.(sekarang). Ini menggambarkan waktu. Kita harus ikhlas dan rela berada pada saat ini. Bukan kemarin dan bukan yang akan datang. Dengan ikhlas berada pada waktu sekarang, kita tak akan dibayang-bayangi masa lalu dan tidak merasa dikejar kejar oleh masa depan.


Aku Gelem. Aku bersedia, aku mau. Ya, Aku ikhlas, rela, lila, rila legawa menjalani semua itu tanpa sedikitpun ada penyesalan, tanpa sedikitpun ada kebimbangan dan keraguan. Karena semua itu adalah yang terbaik.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »