Negara Perampok !

Arif Rahmawan June 30, 2014
Dia dikenal dengan nama Johny Indo. Seorang pria indo yang bapaknya adalah seorang anggota Koninklijk Leger (KL), tentara reguler Belanda yang dikirim ke Indonesia. Pada masanya, dia dikenal sebagai perampok toko emas di Jakarta yang merampok pada siang hari.

Selain Johny Indo, pada masa itu ada juga nama-nama seperti Slamet Gundul dan Kusni Kasdut.

Mereka adalah perampok legendaris yang kerap kali baku hantam dan baku tembak melawan aparat. Tak jarang, di kedua belah pihak ada yang terbunuh, tertembus peluru.

Lalu apa dasarnya ketiga orang itu merampok. Dari ketiga orang tersebut mereka memiliki latar belakang yang sama, yakni kemiskinan dan kelaparan.

Merampok dan menjadi musuh negara bukanlah cita-cita mereka.

Kusni kasdut bahkan adalah seorang mantan pejuang yang gigih pada era revolusi. Hanya karena tidak memiliki ijazah yang layak, ia tidak didaftar oleh A.H. Nasution sebagai TKR. Maka, ketika perut lapar, kebutuhan tak tercukupi, terpaksalah menjadi perampok yang kejam.

Tapi sekejam-kejam dan sejahat-jahatnya mereka, masih kalah dengan perampok-perampok raksasa yang anggota komplotannya mencapai ribuan (bandingkan dengan komplotan Johny Indo yang mungkin hanya puluhan orang).

Johny Indo dkk hanya merampok barang-barang di Indonesia. Tapi perampok raksasa itu bukan hanya merampok barang tapi juga merampok wilayah.

Perampok tersebut berasal dari benua Eropa, bernama Portugis (Portugal), Spanyol, Inggris, Belanda dan satu lagi dari Asia yakni Jepang. Nama lengkap untuk perampok-perampok itu sebenarnya adalah Komplotan Portugis, Komplotan Spanyol, Komplotan Inggris, Komplotan Belanda dan Komplotan Jepang.

Apa yang mendasari negara perampok itu merampok. Tidak lain dan tidak bukan karena perut lapar dan untuk mencukupi kebutuhan dan keinginan mereka. Artinya mereka sebenarnya hidup dalam kemiskinan dan butuh perbaikan taraf ekonomi . Dan satu-satunya jalan bagi mereka untuk membebaskan diri dari belenggu kemiskinan dan kelaparan adalah dengan merampok wilayah yang lebih kaya. Sama dengan Johny Indo, Slamet Gundul dan Kusni Kasdut, merampok orang kaya.

Wilayah itu salah satunya bernama Nusantara, yang saat ini kita kenal dengan nama Indonesia.

Maka, dimulailah perjuangan melepaskan diri dari belenggu kemiskinan. Kapal berlayar, biduk terkembang, mengarungi samudera luas nan tak bertepi dan tak berujung.

Kata Stamford Raffles dalam buku History Of Java, Perampok yang bernama Komplotan Portugis akhirnya tiba lebih dulu di nusantara pada tahun 1510. Setelah itu disusul perampok-perampok yang lain, yaitu Komplotan Spanyol, kemudian Komplotan Belanda, komplotan Inggris dan komplotan Jepang.

Di antara negara perampok tersebut yang paling lama merampok adalah Komplotan Belanda. Belanda merampok selama 350 tahun. Sementara komplotan Jepang selama 3,5 tahun. Sementara, kelompok lain hanya beberapa tahun saja.

Mengapa Belanda berhasil merampok selama itu?

Itu sebenarnya bukanlah keberhasilan, tapi kebodohan dan keserakahan Belanda sendiri. Inggris, Portugis dan Spanyol tak butuh berlama-lama di nusantara, mereka merampok secukupnya. Setelah cukup mereka pun pergi ke negara asalnya.

Tapi beda dengan Belanda. Mereka sangat serakah. Dan juga selama proses perampokan di nusantara terjadi berbagai hal yang tidak diduga. Anggota komplotan Belanda banyak yang saling menipu dan melakukan korupsi yang akhirnya merugikan Kerajaan Belanda sendiri selama bertahun-tahun. Butuh ratusan tahun untuk mengembalikan kerugian itu. Ditambah dengan sifat serakah mereka. Itulah makanya Belanda bercokol sangat lama di nusantara.

Tapi itu sudah berlalu, lupakanlah masa lalu, jadikan pelajaran semata. Ambil hikmah, ambil indahnya, kata Bang Iwan Fals.

Sebagaimana Johny Indo yang akhirnya bertaubat dan mendakwahkan Islam atau Kusni Kasdut yang sebelum mati menjadi pemeluk Katolik yang taat, Komplotan-komplotan perampok dari Eropa dan satu dari Asia itu, kini sudah bertaubat juga. Mereka sudah berhenti merampok dan sekarang menjadi sahabat karib bangsa Indonesia.

Kita sebagai bangsa Indonesia, seharusnya juga maklum ketika negara-negara miskin itu merampok negara kaya seperti Indonesia. Karena tanah yang subur ini adalah titipan Tuhan yang mungkin harus kita distribusikan kepada negara-negara miskin seperti Jepang, Belanda, Inggris, Spanyol, Portugal. Dan kini tak terhitung lagi negara-negara yang hidupnya sangat bergantung dengan Bumi nusantara dan rakyat Indonesia.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »