Bayar Pajak dan Balik Nama Kendaraan di Samsat Grobogan

Arif Rahmawan December 10, 2014
Pada hari Senin 8 Desember 2014, saya membayar pajak kendaraan sekaligus balik nama di kantor Samsat Grobogan yang terletak di sebelah selatan Simpang Lima Purwodadi. Sebelumnya, terlebih dahulu saya mempersiapkan berkas-berkasnya, antara lain :

1. Fotokopi dan asli BPKB Kendaraan.

2. Fotokopi dan asli STNK Kendaraan.

3. Fotokopi dan asli KTP pemilik baru (KTP saya).

4. Kuitansi Pembelian kendaraan + Materai Rp6000 yang sudah ditandatangani.

5. Cek Fisik Kendaraan (dilakukan di depan kantor Samsat). Berarti kendaraan yang akan dibalik nama harus dibawa.

Berkas no 1 s.d 4 saya masukkan ke dalam tas kecil. Sedangkan lembar cek fisik kendaraan baru saya dapat setelah berada di kantor Samsat Grobogan. Saya tiba di kantor Samsat Grobogan sekira pukul 07.30 WIB, masih cukup pagi, tapi suasana di depan kantor  sudah mulai ramai. Sudah banyak kendaraan roda dua maupun roda empat yang parkir di halaman Samsat. Setelah memarkir kendaraan yang di tempat yang agak teduh, saya melangkah menuju ke gedung utama yang menghadap ke barat. Tertulis dengan jelas di situ, Samsat Online KABUPATEN GROBOGAN.

Proses balik nama dimulai dari loket paling utara, yaitu di pintu yang bertuliskan Formulir SPOPD. Di dalam ruangan tersebut sudah ada dua petugas yang siap melayani.  Berkas 1s.d 4 saya serahkan kepada petugas. Petugas tersebut mengetikkan sesuatu di depan layar monitor komputernya. Dalam waktu kurang dari lima menit, Formulir SPOPD sudah tercetak. Tercantum juga, nominal uang yang mesti saya bayar . Yakni Rp1.318.000, lengkap dengan rinciannya (bisa dibaca pada akhir tulisan ini).

Setelah membubuhkan tanda tangan dan menulis nama terang pada formulir tersebut, saya keluar dari ruang SPOPD ,  masuk ke pintu utama. Setelah membuka pintu, berkas 1-4 dan formulir SPOPD saya serahkan pada petugas di bagian PENDAFTARAN. Tak lama kemudian, Pak Polisi tersebut memberikan formulir Permohonan STNK Baru . Saya diminta untuk mengisi formulir tersebut.  Pengisian cukup mudah, karena di meja sudah tersedia contoh dan juga saya tinggal mencocokkan dengan STNK yang lama. Pengisian formulir diakhiri dengan membubuhkan tanda tangan dan nama terang. Akhirnya pengisian formulir selesai, saya diharuskan untuk melakukan cek fisik kendaraan.

Selanjutnya, saya menuju lokasi cek fisik kendaraan. Cek fisik kendaraan dilakukan oleh  "petugas cek fisik". Petugas ini cukup membantu saya dalam menggesek nomor rangka dan nomor mesin kendaraan. Dalam waktu singkat, proses cek fisik kendaraan pun selesai. Petugas tersebut memberikan hasil cek fisik kepada saya. Biaya cek fisik menurut petugas tersebut sebesar Rp10.000. Tapi saat itu saya dengan sukarela memberikan uang sejumlah Rp.15.000.

Setelah saya terima, lembaran cek fisik lalu saya satukan dengan berkas 1 s.d 4 dan formulir permohonan STNK baru. Semua berkas itu lalu saya serahkan kepada petugas di loket paling barat dari gedung yang menghadap ke selatan. Sepuluh menit kemudian nama saya dipanggil. Semua berkas diserahkan kembali kepada saya dan saya diminta untuk memfotokopi semua berkas itu.

Semua berkas itu lalu saya fotokopi dengan biaya dua ribu rupiah. Petugas fotokopi dengan cekatan menata semua berkas itu termasuk BPKB asli. Setelah itu, saya pergi  ke loket MUTASI RANMOR untuk menyerahkan berkas-berkas tersebut. Lagi-lagi dalam waktu kurang dari lima menit, nama saya dipanggil. Lalu petugas menyerahkan berkas saya yang sudah dimasukkan rapi ke dalam map. Kata petugas, saya bisa masuk kembali  ke ruang pendaftaran untuk membayar pajak, penerbitan STNK baru dan pembuatan TNKB. Sedangkan BPKB baru akan jadi satu bulan lagi, diambil di kantor POLRES Grobogan. Pak Polisi tersebut menyerahkan Lembar Bukti Pengambilan BPKB yang harus dibawa saat mengambil di kantor POLRES. Biaya pengambilan BPKB adalah sebesar Rp120.000.

Pada awalnya, saya agak bingung, untuk apa lagi biaya tersebut? Bukankah jumlah yang tertulis di SPOPD hanya sebesar Rp1.318.000. Ternyata , biaya tersebut merupakan biaya penerbitan BPKB, baik baru maupun ganti pemilik. Untuk kendaraan roda empat yaitu sebesar Rp.100.000. Sedangkan uang Rp.20.000 adalah biaya untuk setor ke BRI. Karena, berdasarkan info dari Samsat Jateng, biaya penerbitan BPKB bisa dibayarkan langsung di BRI. Dalam hal ini, kita sudah diwakili oleh petugas.

Ok lanjut, saya bergegas masuk kembali ke gedung Samsat Online. Berkas saya serahkan kepada petugas di loket pendaftaran. Setelah itu saya diminta mengantri. Suasana cukup ramai, sebagian besar kursi antrian telah penuh. Meskipun begitu saya beruntung masih mendapat tempat duduk. Selama mengantri, saya mempersiapkan jumlah uang yang harus saya setorkan. Secara berkala, layar monitor di dalam ruang akan menampikan nama wajib pajak dan nominal yang harus dibayarkan.

Satu persatu nomor antrian dipanggil, wajib pajakpun membayar pajak dengan tertib. Kurang lebih 25 menit, nama saya dipanggil dan dalam sekejap uang sebesar Rp1.318.000 lepas dari tangan saya masuk ke kas negara. Setelah proses pembayaran selesai. Kini tinggal antri untuk mendapat STNK baru,SKPD dan TNKB baru.

Dan akhirnya nama saya dipanggil lagi, petugas SAMSAT menyerahkan STNK, SKPD dan TNKB baru. Sampai di sini proses pembayaran pajak dan balik nama sudah selesai.

Total biaya yang saya keluarkan dan tercantum dalam Surat Ketetapan Pajak Daerah PKB/BBN dan SWDKLLJ  adalah :


















Pajak Kendaraan Bermotor:Rp 630.000
Biaya Balik Nama:Rp 420.000
Biaya Jasa Raharja:Rp. 143.000



















Biaya Penerbitan STNK baru:Rp75.000
Biaya Pembuatan TNKB:Rp 50.000
 Total  Rp1.318.000

Sedangkan yang tidak tercantum dalam Surat Ketetapan Pajak Daerah PKB/BBN dan SWDKLLJ  adalah :


















Penerbitan BPKB Ganti pemilik:Rp100.000
penitipan pembayaran ke Bank:Rp 20.000
 Cek fisik kendaraan Rp15.000









 TOTAL Rp135.000

Total biaya : Rp1.318.000 + Rp135.000 = Rp1.453.000

Biaya-biaya di atas bisa dikategorikan dalam : Pajak, Penerimaan Negara Bukan Pajak dan bukan kedua-duanya

A. Yang termasuk Pajak adalah * :

1. Pajak kendaraan Bermotor

2.  Bea Balik Nama

B. Yang termasuk Penerimaan Negara Bukan Pajak adalah **:

1. Penerbitan STNK

2. Penerbitan TNKB

3. Penerbitan BPKB

C. Yang bukan kedua-duanya.

1. Asuransi Jasa Raharja ***

2. Penitipan pembayaran ke bank ****

3. Cek Fisik****

Mudah kan, bayar pajak dan balik nama kendaraan? Sekarang saya  tinggal menunggu BPKB yang kata petugas, baru jadi satu bulan lagi.

Salam Lahpo re

keterangan  :

* Dasar hukum : Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2014.

** Dasar hukum :  PP No 50 tahun 2010

*** Dasar hukum : Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor 36/PMK.010/2008.

**** Tidak ada dasar hukum.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »