Pengalaman ditolak Mendaftar BPJS di Grobogan

Arif Rahmawan December 12, 2014
Ada bagian yang lupa saya ceritakan pada saat menukar e-id BPJS dengan kartu BPJS. Bagian itu adalah ketika saya ditolak mendaftar BPJS untuk istri saya. Memang benar saya telah berhasil menukar e-id BPJS dengan kartu BPJS. Akan tetapi saya gagal mendaftarkan BPJS untuk istri saya.

Ceritanya begini, malam hari sebelum datang ke kantor BPJS Purwodadi, saya sudah mendaftar BPJS secara online untuk saya dan istri saya. Proses pendaftaran saya berhasil.  Tetapi, tidak demikian dengan istri saya.Proses pendaftaran online gagal. Kegagalan ditandai dengan tidak munculnya nomor Virtual Account pada formulir pendaftaran. Biasanya nomor virtual account akan muncul bila proses pendaftaran online berhasil.

Karena gagal, saya mencoba mendaftar ulang dengan memasukkan NIK istri saya lagi. Akan tetapi proses ini gagal juga. Lalu muncul notifikasi berupa himbauan agar  segera datang ke kantor BPJS terdekat.

Esoknya, saya benar-benar datang ke kantor BPJS dengan membawa formulir pendaftaran yang sudah terisi otomatis. DI situ sudah tertera nomor registrasi dan nama istri saya dan data-data lain. Hanya nomor virtual account yang tidak tercantum di lembar tersebut.

Singkat cerita, saya menyerahkan formulir istri saya disertai KK dan KTP istri saya. Jawabannya sungguh mengejutkan. Saya ditolak dengan dua alasan.Yang pertama, harus istri saya sendiri yang datang. Kedua, seluruh anggota keluarga yang tertulis di KK harus didaftarkan. Memang benar, Kartu Keluarga yang saya bawa bukan KK kami berdua, karena saat itu Kami belum membuat KK baru. KK yang saya bawa adalah KK keluarga istri saya.

Ini penolakan yang aneh. Bukankah saya sudah berhasil mendaftarkan BPJS istri saya secara online. Permasalahan timbul ketika nomor virtual accounttidak muncul . Seharusnya, petugas tinggal melakukan pengecekan berdasar NIK yang sudah saya daftarkan secara online. Tetapi yang dilakukan petugas adalah menolak.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »