Pembaruan Rambu-Rambu Lalu Lintas di Kabupaten Grobogan

Arif Rahmawan April 10, 2015
Rambu-rambu lalu lintas di Kabupaten Grobogan telah diperbarui. Di beberapa jalan yang saya lewati,  jalan yang sebelumnya tidak bernama, sekarang telah diberi nama, misalnya : jalan Blora, Jalan Grobogan-Sukolilo dan Jalan Klambu. Selain itu ada perbedaan penulisan rambu-rambu kelas jalan di ketiga jalan tersebut. Sebelumnya tertulis pada rambu-rambu, kelas jalan tersebut kelas IIIB, sekarang sudah ditulis kelas III.

Ada lagi jalan yang sebelumnya tidak terpasang rambu-rambu kelas jalan, sekarang sudah terpasang dengan jelas jalan kelas III, yaitu di Jalan MT Haryono dan Jalan Dr. Sutomo.

Lalu, apa arti rambu-rambu jalan kelas III.
Berdasar pasal 19 ayat 2 huruf c UU no 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, jalan kelas III, yaitu jalan arteri, kolektor, lokal, dan lingkungan yang dapat dilalui Kendaraan Bermotor dengan ukuran lebar tidak melebihi 2.100 (dua ribu seratus) milimeter, ukuran panjang tidak melebihi 9.000 (sembilan ribu) milimeter, ukuran paling tinggi 3.500 (tiga ribu lima ratus) milimeter, dan muatan sumbu terberat 8 (delapan) ton.

Yang dimaksud muatan sumbu terberat (MST) adalah jumlah tekanan maksimum roda terhadap jalan, penetapan MST ditujukan untuk mengoptimalkan antara biaya konstruksi dengan effisiensi angkutan. Muatan sumbu terberat untuk masing-masing kelas jalan ditunjukkan dalam daftar berikut.



















Kelas jalanMST
IBelum ditetapkan 1)
II10 ton
III8 ton

 

Muatan Sumbu Terberat ditentukan dengan pertimbangan kelas jalan terendah yang dilalui, kekuatan ban, kekuatan rancangan sumbu dan GVW atau jumlah yang diperbolehkan yang ditetapkan oleh pabrikan. Penghitungan Muatan Sumbu Terberat menggunakan prinsip kesetimbangan momen gaya. Muatan Sumbu Terberat pada kendaraan dengan konfigurasi 1.1 umumnya terletak pada sumbu belakang,sehingga sumbu depan menjadi titik awal momen sehingga dapat diformulasikan menjadi:

  • q = jarak dari Sumbu pertama (As roda depan) ke titik berat muatan;

  • L =Load atau muatan dalam kg;

  • a = jarakwheelbase atau As roda depan sampai dengan As roda belakang;

  • S2 = Berat timbangan sumbu kedua(belakang)dalam kg.


 

Penghitungan MST dilakukan dengan cara menimbang kendaraan di jembatan timbang yang sudah ditentukan lokasinya. Pelaksanaannya dilakukan oleh Dinas Perhubungan Provinsi.

Penulisan rambu-rambu kelas jalan diharapkan bisa dipatuhi oleh pengguna jalan raya.

sumber artikel :

- UU no 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan

- Muatan Sumbu, http://id.wikipedia.org/wiki/Muatan_sumbu

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »