Aplikasi E-Dupak - Andalan BKN untuk Penilaian dan Penetapan Angka Kredit.

Arif Rahmawan November 20, 2015
Tidak lama lagi, BKN akan meluncurkan sistem aplikasi Penilaian dan Penetapan Angka Kredit (e-Dupak) Jabatan Fungsional Analis Kepegawaian. Aplikasi ini diluncurkan dengan tujuan untuk mendukung dan meningkatkan efisiensi dan efektivitas organisasi. Efisiensi adalah ukuran tingkat penggunaan sumber daya dalam suatu proses. Semakin hemat/sedikit penggunaan sumber daya, maka prosesnya dikatakan semakin efisien. Proses yang efisien ditandai dengan perbaikan proses sehingga menjadi lebih murah dan lebih cepat. Sementara, efektivitas adalah ukuran tingkat pemenuhan output atau tujuan proses. Semakin tinggi pencapaian target atau tujuan proses maka dikatakan proses tersebut semakin efektif. Proses yang efektif ditandai dengan perbaikan proses sehingga menjadi lebih baik dan lebih aman.

Peluncuran Aplikasi E-Dupak ditandai dengan  penyelenggarakan Workshop Sistem Aplikasi Penilaian dan Penetapan Angka Kredit (e-DUPAK) Jabatan Fungsional Analis Kepegawaian, oleh Pusat Pembinaan Jabatan Fungsional Kepegawaian Badan Kepegawaian Negara (Pusbinjak BKN, Selasa (17/11/2015) di Ruang Data Kantor Pusat BKN.

Gambar 1. Workshop E-Dupak
Sekretaris Utama Usman Gumanti berharap aplikasi ini terus diperbaiki agar lebih baik lagi. ”Aplikasi ini harus terus dikembangkan agar penilaian penetapan angka kredit jabatan fungsional kepegawaian lebih efisien,” katanya saat pembukaan workshop.

Apabila nanti sistem Aplikasi E-Dupak ini sudah diluncurkan, sistem ini akan bermanfaat sebagai sarana untuk mengawasi dan mengendalikan administrasi analis kepegawaian di BKN.

Selain mempermudah BKN dalam mengawasi, menganalisis dan mendata, aplikasi E-Dupak ini juga mempermudah PNS yang menduduki jabatan fungsional kepegawaian dalam penyampaian usul penetapan angka kredit dan mempercepat proses usul DUPAK.

Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam Bidang Kepegawaian

Pemanfaatan teknologi Informasi yang dilakukan oleh pelbagai lembaga negara membuktikan keseriusan pemerintah dalam mewujudkan nawacita yang dirumuskan oleh Presiden Jokowi, terutama pada butir ke dua. 

Membuat pemerintah tidak absen dengan membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis, dan terpercaya, dengan memberikan prioritas pada upaya memulihkan kepercayaan publik pada institusi-institusi demokrasi dengan melanjutkan konsolidasi demokrasi melalui reformasi sistem kepartaian, pemilu, dan lembaga perwakilan.

dan butir ke empat

Menolak negara lemah dengan melakukan reformasi sistem dan penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat, dan terpercaya.

Hal tersebut merupakan kabar baik bagi rakyat Indonesia yang mendambakan pemerintahan yang bersih dan baik (good governance dan clean governance).

Sebagaimana yang kita ketahui, sebelum meluncurkan E-Dupak, BKN telah meluncurkan aplikasi E-PUPNS. Aplikasi ini berguna untuk menyimpan database Pegawai Negeri Sipil di Indonesia. Dengan memanfaatkan jaringan internet yang tersebar di seluruh nusantara, setiap Pegawai Negeri Sipil (baik dikerjakan sendiri maupun melalui operator sekolah) diberi hak untuk mengisi sendiri databasenya melalui mekanisme yang telah ditetapkan. Fenomena ini semakin membuktikan adanya Web.2.0, dimana publik bisa terlibat/ interaktif dalam sebuah website. BKN telah memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan keakuratan data.

Lalu sekarang, dengan peluncurkan  aplikasi E-Dupak,  menambah lagi bentuk pemanfaatan teknologi informasi oleh Badan Kepegawaian Nasional dalam bidang pendataan kepegawaian di Indonesia. Berarti, dalam sistem manajemen yang saat ini sudah dikembangkan oleh BKN, teknologi informasi telah menjadi bagian penting untuk mendukung kinerja BKN.

Semangat dan kinerja segenap jajaran BKN yang telah membangun sistem yang mempermudah PNS layak untuk mendapat apresiasi dari pihak yang terkait. Meskipun untuk itu PNS harus terlibat aktif dan mau tidak mau harus menguasai kemampuan dasar Teknologi informasi.

Selain semua itu, pemanfaatan teknologi informasi bisa memangkas birokrasi yang tidak efektif, tidak efisien dan terkadang bertele-tele.

sumber artikel : Sistem Aplikasi e-DUPAK, Permudah Proses Usul Penetapan Angka Kredit





Share this

Related Posts

Previous
Next Post »