Peran Operator Sekolah Harus Terus Ditingkatkan

Arif Rahmawan November 17, 2015
Dalam kaitannya dengan peningkatan kualitas pendidikan Sekolah, khususnya sarana dan prasarana sekolah, keberadaan Operator sekolah semakin berperan penting. Khamim, Kepala Subdirektorat Program dan Evaluasi, Direktorat Pembinaan SMP berharap peran operator sekolah terus ditingkatkan.

Kilas balik Operator Sekolah


Operator sekolah merupakan istilah baru dalam dunia pendidikan. Ia tidak dikenal pada zaman Bu Megawati apalagi era Pak Harto. Dahulu, pegawai yang ada di Sekolah Dasar hanya terdiri dari Kepala, Guru dan Penjaga Sekolah. Kepala Sekolah bertugas sebagai manajer, Guru bertugas hanya mengajar dan penjaga sekolah bertugas menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Peralatan paling canggih mungkin hanya mesin ketik.

Setelah lahirnya teknologi komputer. Sekolah juga mengikuti perkembangan zaman dengan melengkapi prasarana dengan komputer atau laptop untuk memudahkan administrasi.

Lalu, tugas guru tiba-tiba bertambah ketika pada tahun ajaran 2012/ 2013 muncul perintah dari Kemdikbud agar setiap sekolah Dasar mengirimkan data melalui aplikasi Dapodik.


Kepala Sekolah menugasi seorang guru atau pustakawan untuk bertugas sebagai operator sekolah. Peristiwa tersebut merupakan momentum kelahiran operator sekolah di Sekolah Dasar. Saat itu, pengisian nama siswa pada saat itu merupakan hal yang sangat mendebarkan, jangan-jangan ada yang salah. Karena kesalahan pengisian data siswa akan memengaruhi dana BOS atau PIP.

Pengisian yang juga membuat cemas adalah pengisian data PTK yang sudah bersertifikasi. Hal tersebut terjadi karena pencairan tunjangan sertifikasi berdasarkan pengisian Dapodik. Peristiwa inilah yang membuat operator sekolah harus ekstra hati-hati saat mengisi data PTK di dapodik. Karena kalau ada keterlambatan pencairan tunjangan sertifikasi biasanya yang ditanya pertama kali adalah operator sekolah.

Pada awal peluncurannya aplikasi dapodik yang digunakan adalah Dapodik V. 2.0.0. Hingga sekarang Dapodik yang digunakan adalah dapodik V. 4.0.0.

Bertambahnya Tugas Operator Sekolah


Seiring semakin canggihnya teknologi, tugas operator sekolah semakin bertambah. Jika semula hanya berkutat dengan Dapodik dan pengetikan administrasi sekolah. Kini muncul aplikasi BOS, Padamu Negeri dan yang terbaru adalah PUPNS.

Dengan bertambahnya berbagai aplikasi yang harus dikerjakan oleh operator, berarti peran operator sekolah semakin meningkat.

Dalam kaitannya dengan dapodik, operator wajib mengisi data dapodik sevalid mungkin. Karena banyak kebijakan, program atau bantuan yang mempergunakan dapodik sebagai data awal. Misalnya Program Indonesia Pintar, data peserta Ujian Sekolah dan program rehabilitasi sekolah.

Sekolah tidak perlu mengirimkan proposal untuk memperbaiki gedung rusak. Sekolah hanya perlu meng-update data sarana dan prasarana sekolah melalui aplikasi dapodik.

Untuk mengetahui jumlah kebutuhan RKB, kita tinggal buka Dapodik dengan membandingkan rombel dan ruang kelas yang dimiliki,” ujar Khamim, Kepala Subdirektorat Program dan Evaluasi, Direktorat Pembinaan SMP, saat menyampaikan materi pada Training of Trainers Sistem Pendataan Dapodik di Hotel Harris Convention Center Bandung, Jawa Barat, Ahad malam, 15 November 2015.


Kesimpulan

Pihak yang paling bertanggung jawab terhadap kebenaran data bukanlah operator sekolah, tetapi Kepala Sekolah. Operator hanya bertugas memasukkan data yang diperolehnya dari Kepala Sekolah. Untuk itu Kepala sekolah sebaiknya menyediakan data yang sebenar-benarnya dan sejelas jelasnya. Dan saran bagi wakil rakyat dan pemerintah, untuk segera membuat aturan tentang cara kerja Operator Sekolah Dasar.

sumber artikel :

http://dikdas.kemdikbud.go.id/index.php/kebijakan-berbasis-dapodik-operator-sekolah-berperan-penting/

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »