PGRI Banyumas Menolak Hasil UKG diumumkan

Arif Rahmawan November 15, 2015
Sesuai jadwal, pelaksanaan UKG akan berakhir pada 27 November 2015. Setelah kegiatan tersebut selesai, muncul rumor bahwa pemerintah akan mengumumkan hasil UKG tersebut  melalui pelbagai media. Diharapkan, masyarakat akan mengetahui hasil UKG tersebut.

Beberapa kalangan menilai, hal tersebut cukup positif  dalam rangka transparansi dan demokratisasi dunia pendidikan. Dalam era keterbukaan seperti ini, masyarakat berhak menerima informasi yang berhubungan dengan publik. Ditambah pula, masyarakat terutama orang tua/ wali murid bisa mengetahui bagaimana kualitas Guru pendidik putra-putrinya.
Meskipun demikian, kalangan lain menilai bahwa kualitas guru tidak bisa dilihat semata-mata dari hasil UKG. Ada banyak faktor lain yang menentukan kualitas guru.

Salah satu pihak yang menolak rencana pengumunan UKG adalah kalangan Guru yang tergabung dalam PGRI Kabupaten Banyumas,

Penolakan tersebut bukannya tanpa alasan. Ketua PGRI Kabupaten Banyumas, Takdir Widagdo,mengungkapkan hasil uji kompetensi merupakan hak para guru, sehingga tidak perlu menjadi konsumsi publik. Apalagi ini menyangkut kepercayaan terhadap para guru.

”Bagaimana kalau hasil uji kompetensinya rendah, tentu hal ini akan menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap guru. Maka dari itu, kami menolak kalau hasil UKG dipublikasikan,” kata dia.

Gambar 1. Suasana UKG
Dalam kesempatan lain, pada lingkup yang lebih luas, forum persatuan guru nasional, PGRI juga mengisyaratkan penolakan pelaksanaan UKG.  Bahkan sejak awal, melalui ketuanya, Sulistiyo mengatakan pihaknya menerima pelaksanaan uji kompetensi guru, asalkan untuk pemetaan saja. Menurutnya proses seleksi untuk memperoleh tunjangan profesi membutuhkan sejumlah persyaratan panjang yang harus dipenuhi guru.

"Kesejahteraan guru dipertaruhkan hanya pada satu kali ujian tulis bernama uji kompetensi. Padahal, syarat untuk memperoleh tunjangan profesi sudah dipenuhi," kata Sulistiyo.

Hasil UKG tidak diumumkan ke publik


Berbagai rumor tersebut dibantah oleh Dirjen GTK, Pranata. Dia menjelaskan hasil UKG hanya akan diumumkan kepada pihak yang berkepentingan namun tidak untuk dipublikasikan ke publik.

"Kita tidak akan memberikan hasil UKG kepada orang tua dan siswa. Yang jelas hasil UKG bisa dipublikasikan, tetapi yang tidak melanggar Keterbukaan informasi Publik.

Pernyataan tersebut tentu melegakan bagi PGRI, tetapi mungkin kurang memuaskan bagi pihak yang ingin mengetahui hasil UKG. Keterbukaan Informasi publik memang memberikan hak bagi rakyat untuk menerima informasi. Dasar hukum hal tersebut adalah pasal 28F UUD 1945, 
Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia.

Juga dijabarkan dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Akan tetapi perlu dimengerti bahwa tidak semua informasi bisa disebarkan kepada publik.

sumber :
http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/guru-tolak-hasil-ukg-dipublikasikan/
http://jetjetsemut.blogspot.co.id/2015/11/hasil-ukg-tidak-diumumkan-ke-publik.html
http://www.kemdikbud.go.id/kemdikbud/berita/4824

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »