Petunjuk Pengisian SPT Tahunan Menggunakan E-Filling

Arif Rahmawan March 10, 2016
Sebelum melakukan pengisian E-Filling, terlebih dahulu anda harus melakukan registrasi E-Filling. Namun jika sudah melakukan langkah tersebut, anda bisa melanjutkan membaca tulisan ini.

Pada dasarnya formulir yang harus diisi pada E-Filling sama saja dengan lembaran formulir dalam bentuk lembaran kertas, hanya saja pada E-filling dikemas dalam bentuk digital. Untuk itu agar mampu mengisi SPT Tahunan menggunakan E-Filling, anda harus mampu mengoperasikan komputer.

Baiklah, secara detail petunjuk pengisian e-filling tertulis dalam brosur di bawah ini.






































Untuk saat ini, e-Filing melayani penyampaian dua jenis SPT, yaitu:


  1. SPT Tahunan PPh WP Orang Pribadi Formulir 1770S. Digunakan bagi WP Orang Pribadi yang sumber penghasilannya diperoleh dari satu atau lebih pemberi kerja dan memiliki penghasilan lainnya yang bukan dari kegiatan usaha dan/atau pekerjaan bebas. Contohnya karyawan, Pegawai Negeri Sipil (PNS), Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Republik Indonesia (POLRI), serta pejabat Negara lainnya, yang memiliki penghasilan lainnya antara lain sewa rumah, honor pembicara/pengajar/pelatih dan sebagainya;
  2. SPT Tahunan PPh WP Orang Pribadi Formulir 1770SS. Formulir ini digunakan oleh Wajib Pajak Orang Pribadi  yang mempunyai penghasilan selain dari usaha dan/atau pekerjaan bebas dengan jumlah penghasilan bruto tidak lebih dari Rp60.000.000,00 setahun (pekerjaan dari satu atau lebih pemberi kerja).

Ada tujuh keuntungan jika Anda menggunakan fasilitas e-Filing melalui situs DJP, yakni:

  1. Penyampaian SPT dapat dilakukan secara cepat, aman, dan kapan saja (24x7);
  2. Murah, tidak dikenakan biaya pada saat pelaporan SPT;
  3. Penghitungan dilakukan secara tepat karena menggunakan sistem komputer;
  4. Kemudahan dalam mengisi SPT karena pengisian SPT dalam bentuk wizard;
  5. Data yang disampaikan WP selalu lengkap karena ada validasi pengisian SPT;
  6. Ramah lingkungan dengan mengurangi penggunaan kertas; dan
  7. Dokumen pelengkap (fotokopi Formulir 1721 A1/A2 atau bukti potong PPh, SSP Lembar ke-3 PPh Pasal 29, Surat Kuasa Khusus, perhitungan PPh terutang bagi WP Kawin Pisah Harta dan/atau mempunyai NPWP sendiri, fotokopi Bukti Pembayaran Zakat) tidak perlu dikirim lagi kecuali diminta oleh KPP melalui Account Representative (AR).
Referensi : http://www.pajak.go.id/content/mudahnya-pelaporan-pajak-melalui-e-filing-0

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »