Reportase Workshop Pembinaan Minat Baca di Perpusda Kabupaten Grobogan.

Arif Rahmawan April 02, 2016

Pukul 08.30 saya tiba di kompleks Perpustakaan Daerah Kabupaten Grobogan yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman Purwodadi. Sebuah bangunan "kuno"di pusat kota Purwodadi.
Setelah membubuhkan nama dan tanda tangan di lembar registrasi saya masuk ke dalam Aula Perpusda Grobogan.

Hari ini,Sabtu,2 April 2016  saya bersama dengan sekitar delapanpuluhan orang guru SD yang datang dari pelbagai kecamatan di Kabupaten Grobogan akan mengikuti Workshop Pembinaan Minat Baca Anak Sejak Dini.

Ada dua pembicara yang akan mengisi acara tersebut, Kepala Perpusda Grobogan dan Ibu Sumini Tantina dari Balai Pengembangan Produktivitas.

Dengan bersemangat, Ibu Endang, Kepala Perpusda Grobogan memaparkan optimistisnya beliau mengembangkan dunia perpustakan di Grobogan. Ibu Endang yang baru menjabat Kepala Perpusda sejak 2014 juga menyinggung perihal lahirnya Perda tentang Perpustakaan. Perda ini menambah lagi landasan hukum untuk mengembangkan perpustakaan.
Dalam uraiannya, beliau juga berusaha untuk meningkatkan minat baca pemustaka. Salah satunya dengan menyediakan layanan multimedia Internet. Strategi ini cukup mampu meningkatkan pengunjung untuk duduk di dalam Perpusda Grobogan.

Selain itu beliau juga menyebutkan ada dua kegiatan yang akan dihelat di Perpusda dalam beberapa bulan ke depan antara lain. Misalnya Bimbingan Teknis Pengelolaan Perpustakaan bagi Pengelola Perpustakaan dan  kegiatan pameran buku.

Sementara itu, pembicara yang kedua adalah Ibu Sumini Tantina (Ibu Tanti). Ibu yang sudah berusia lanjut tersebut ternyata membawakan materi dengan menyenangkan. Materi disampaikan dengan cukup jelas. Bagian awal berisi tentang teori motivasi tentang otak manusia yang dikemukakan Roger Sperry.
Bagian berikutnya tentang semakin kompleksnya persaingan di antara sesama manusia, apalagi ditambah dengan adanya MEA.Menurut saya, bagi para guru yang sudah menikmati gaji tetap, bagian ini mungkin kurang menarik, toh mereka sudah memenangkan persaingan dengan menjadi PNS.
Namun demikian, Ibu Tanti tetap meniupkan angin optimisme, bahwa untuk memenangkan persaingan, manusia hanya perlu memupuk keunikan dan kualitas yang dimilikinya. Tidak semua orang bisa menulis, tidak semua orang bisa mengajar, tidak semua orang bisa bernyanyi. Pilihlah satu keahlian dan jadilah profesional, Begitu kira-kira.

Rendahnya minat baca di Indonesia juga menjadi pokok bahasan. Beberapafaktor yang membuat minat baca rendah antara lain, sejak dulu budaya baca bangsa memang rendah, langkanya bahan bacaan, dan  kemajuan teknologi yang membuat orang lebih suka baca internet ketimbang baca buku.

Selanjutnya, solusi bagi semua itu adalah menumbukan minat baca, dengan cara :

  1. Proses pengajaran di sekolah harus mengarahkan untuk rajin membaca buku
  2. Menekan harga buku bacaan
  3. Buku bacaan dikemas dengan gambar yang menarik
  4. Menciptakan lingkungan yang kondusif
  5. Meningkatkan frekuensi pameran buku di setiap kabupaten
  6. Orang tua memberi contoh membaca buku untuk anak-anaknya
  7. Sediakan waktu luang setiap hari untuk membacakan buku
  8. Menyediakan buku bacaan bagi anak.
  9. Buatlah waktu membaca bersama keluarga.
  10. Memberikan dukungan pada berbagai aktivitas membaca mereka.

Acara berakhir pada pukul 12:30.


sumber gambar : http://perpusda.grobogan.go.id/index.php/galeri/perpustakaan/perpustakaan-4-4


Share this

Related Posts

Previous
Next Post »