10 Puisi tentang Ibu Paling Sedih Menyentuh Hati 2018

Arif Rahmawan January 31, 2018
Ibu merupakan sosok yang sangat istimewa bagi setiap insan. Beliau merupakan manusia yang sangat berperan dalam tumbuh kembang tiap anak di muka bumi ini. Banyak sudah puisi-puisi indah tertulis, banyak sudah lirik lagu yang mengharukan tentang ibu. Semua menghadirkan rasa cinta dan kasih sayang dari seorang ibu kepada putra-putrinya.

Penulisan puisi untuk mengenang sosok ibu sama sekali belum bisa membalas jasa yang telah diberikan ibu kepada kita, putra-putrinya. Akan tetapi, paling tidak saat menulis dan membaca puisi, kita akan senantiasa mengingat pelukan ibu yang begitu nyaman, kita juga ingat suara ibu saat memanggil kita untuk sarapan atau saat menasihati kita. Ya, nasihat yang saat itu terasa begitu berat kita dengarkan, mungkin akan menjadi kenangan manis sepanjang hidup kita.

Puisi di bawah ini merupakan kata-kata untuk mengenang cinta dan kasih sayang ibu terhadap kita, putra-putrinya.


Inginku Mengulang Masa Kecil


Terkenang aku akan masa kecilku
yang penuh dengan kegembiraan

Terbayang olehku
kasih sayang yang diberikan oleh ibuku

Dengan sabar beliau
selalu mendongengkan cerita
pengantar tidur
hingga kemudian perlahan-lahan
mataku terpejam
kemudian tertidur pulas

Ketika aku bersekolah
setiap pagi
Ibu selalu membuatkanku sarapan
yang menunya masih aku ingat sampai sekarang

Ibu, sekarang putramu ini
telah dewasa dan memiliki keluarga sendiri

Aku tak akan mungkin bisa melupakan
jasa-jasamu

bahkan aku tak akan mungkin bisa
membalas semua kebaikanmu
kepadaku



Sepotong baju Kesayangan Ibu


Hari ini aku membersihkan lemari pakaianku
tanpa sengaja aku menemukan sepotong baju kesayangan Ibu

Aku masih mengingat dengan jelas baju itu
dulu, ketika aku masih kecil
saat sedang bermain dengan teman-teman
ada seorang anak yang membuatku menangis

Aku berlari ke dalam rumah
seketika kupeluk ibuku
Aku usapkan air mataku di baju ibu

Dengan lembut Ibu mengelus kepalaku
dan menghiburku

Namun aku makin kencang memeluk ibuku

Baju itulah yang baru saja aku temukan
di lemari pakaianku
Baju itu tidak sengaja tertinggal di rumahku
ketika pada suatu hari
Ibu bertandang ke rumahku

Esok hari, aku berjanji
akan mengajak anak istri
datang ke rumah Ibu di kampung


Mama, Semoga Cepat Sembuh


Mama, tubuh ringkihmu
tergolek lemah di ranjang rumah sakit
dengan infus yang bergelantung di sisi ranjang
engkau tetap memaksan diri untuk tersenyum

Semalam,
kami membawamu ke tempat itu
karena tiba-tiba tubuhmu menggigil
dan suhu tubuhmu sangat panas
Engkau juga mengatakan bahwa kepala
rasanya sakit sekali

Di kamar rumah sakit
Aku menunggu agar engkau cepat sembuh

Kupegang tanganmu yang begitu kurus


Aku teringat ketika dulu
aku menderita sakit

engkau dengan sabar
selalu menemaniku
menyuapiku

dan selalu menghiburku
agar tidak takut dengan jarum suntik

Sekarang, engkaulah yang harus terbaring
sebagai seorang pesakitan

Kuberharap semoga engkau cepat sembuh, Mama


Ketika Ayah Bercerita


Setelah Salat Isya
Aku berangkat tidur
ditemani Ayah
karena Ibu
sedang bersama
dengan adikku

Sambil membelai rambutku
Ayah bercerita
kepadaku
tentang Ibu

Kata Ayah
dahulu
sebelum aku lahir
ke dunia

aku dikandung
di dalam rahim ibu
selama sembilan bulan

Pada awal kehamilan
Ibu sering muntah
dan terkadang lemas

Lalu
ketika aku lahir
ke dunia

Tubuhku yang kecil
diletakkan di dada Ibu
Di dekapnya aku dengan penuh kasih sayang

Waktu pun berjalan
Ibu terus merawatku
dengan penuh kesabaran

Hingga aku sebesar ini

terima kasih Ibu
terima kasih ya Allah
Engkau telah memberikan seorang Ibu
yang sangat menyayangiku


Doa Tulus Untuk Ibu


Ya Allah
Saat gelap menyelimuti alam
dan hawa dingin datang
Aku teringat pada Ibuku
yang sudah lama wafat

Bahagiakanlah ia
di sisi-Mu
maafkanlah kesalahan-kesalahannya

Ya Allah,
atas izinMu
Selama hidupnya,
Ibuku telah memberikan
segalanya bagiku

Cinta Kasih
Kebahagiaan
Rasa nyaman
dan ilmu yang bermanfaat

Untuk itu
aku mendoakan agar Ibu
tercatat sebagai hambamu
yang meninggal
dalam keadaan Khusnul Qotimah

Aminn..


Masa Kecilku



Saat mengingat masa kecilku
Sedih rasanya
jika melihat Ibu menangis
karena kenakalanku
karena ketidakpatuhanku

Saat itu
Aku sering membantah
perintahnya
menolak
jika diberi nasihat

Namun
dengan sabar
Ibu selalu menasehatiku

Ibu juga selalu
mengajarkanku
bagaimana caranya
Salat
Berdoa
dan mengaji

Namun
tak jarang aku sering
membantah
dan bersikap kasar
padanya

Sekarang
Aku berusaha memperbaiki
semua kesalahanku
aku ingin selalu berbuat baik
pada ibuku

meskipun tak mungkin,
aku ingin membalas semua jasa-jasanya
selama ini..


Ibuku seorang Penyabar


Aku memiliki Ibu
yang sangat sabar
dia tak pernah marah
apalagi membentak

Tiap kali aku berbuat
kesalahan
Ibu tidak memarahiku

Beberapa saat kemudian
ia memanggilku

kemudian aku diajaknya
bicara

dengan penuh kasih sayang
aku dinasihati
dan diajak berdialog

sehingga akhirnya aku tahu kesalahanku

Terima kasih Ibu
Semoga Allah selalu melindungimu


Mengenang Ibu


Dalam kenanganku
Ibu adalah sosok yang
baik, penyabar dan murah senyum

Meskipun telah wafat
Ibuku akan selalu hidup

Ibu akan selalu
hadir dalam setiap kehidupanku
menemani perjalanan hidupku

Itulah yang aku rasakan

Sosok Ibu
akan selalu abadi

Di mana kau simpan


Di depanku, Ibu
Aku tak pernah melihatmu menangis atau bersedih
Entah kau simpan di mana

Duka lara hatimu
Juga galau dalam pikiranmu

Mungkin engkau menumpahkan duka laramu
Dalam sujud sujud salatmu


Atau kau pendam sendiri
Semua masalahmu

Sebab ayah tak ada lagi di samping kita

Hanya doa dan harapanku
Semoga Allah memberi nikmat kesehatan

dan kekuatan kepada ibu
Untuk terus berjalan
Menapaki kehidupan di dunia ini


Kala Jauh darimu, Ibu


Malam ini rasanya semakin sunyi

Aku sendiri di perantauan
yang jauh darimu ibu

Memandang selembar fotomu
Yang terpasang di dinding kamarku
Mambuatku rindu untuk bertemu denganmu ibu
Ingin rasanya segera pulang
Bersujud di kakimu

Memohon restu agar mudah perjalanan hidupku
Dan lancar segala galanya


Kepada Ibu yang Menyayangiku


 Ibu
Usiamu kini telah beranjak renta
Gurat gurat senja mulai membayang di wajahmu
Tanganmu terlihat semakin keriput

Tangan itu juga yang dulu
Dengan cekatan
Memandikanku
Menuntunku kala belajar berjalan
Juga membelai kepalaku
Kala menjelang tidur
 Lalu saat aku beranjak besar
Engkau dengan telaten menyuapiku

Engkau juga yang membereskan  mainanku

Menjelang usia sekolah
Dengan gembira kulangkahkan kakiku menuju sekolah
Engkau juga yang mengantarku

Ada kalanya aku menangis keras
Enggan bersekolah
Dengan sabar, engkau membujukku hingga
akhirnya aku berangkat sekolah

 Kini usiaku telah dewasa
 Namun tanpa engkau
 Diriku bukan apa apa ibu

 Semoga panjang umur dan sehat selalu
untukmu, Ibuku

karya : rivrahma

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »